Breaking News

https://postingankerja.blogspot.com/

Sejarah Wawancara Kerja: Dari Awal Mula hingga Praktik Modern


 Sejarah Wawancara Kerja: Dari Awal Mula hingga Praktik Modern

Wawancara kerja adalah salah satu metode seleksi yang paling umum digunakan dalam proses rekrutmen saat ini. Namun, tahukah kamu bahwa praktik ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik? Wawancara kerja tidak selalu menjadi bagian dari proses perekrutan. Mari kita telusuri bagaimana wawancara kerja berkembang menjadi bagian penting dari dunia kerja modern.

1. Awal Mula: Industri dan Kebutuhan Seleksi

Wawancara kerja, seperti yang kita kenal sekarang, mulai berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Sebelumnya, proses perekrutan seringkali berdasarkan rekomendasi pribadi atau observasi langsung oleh pemilik usaha. Dengan munculnya Revolusi Industri, terjadi peningkatan besar dalam permintaan tenaga kerja. Perusahaan membutuhkan cara yang lebih efisien untuk menilai calon pekerja, terutama ketika skala bisnis mulai membesar dan menjadi lebih kompleks.

2. Henry Ford dan Standardisasi Seleksi

Salah satu tokoh penting dalam sejarah wawancara kerja adalah Henry Ford, pendiri Ford Motor Company. Pada awal abad ke-20, Ford mulai menerapkan wawancara sebagai bagian dari proses seleksi di pabriknya. Ia memahami bahwa memilih pekerja yang tepat adalah kunci untuk menjaga produktivitas dan kualitas. Wawancara yang dilakukan Ford bukan hanya menilai keterampilan teknis, tetapi juga karakter dan kemampuan adaptasi pekerja terhadap budaya perusahaan.

Ford adalah salah satu pengusaha pertama yang memperkenalkan gagasan bahwa wawancara kerja harus dilakukan secara sistematis. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menilai calon pekerja secara konsisten dan objektif, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberhasilan bisnisnya.

3. Perkembangan pada Abad ke-20

Seiring berkembangnya dunia bisnis dan ilmu manajemen, wawancara kerja menjadi semakin populer. Pada pertengahan abad ke-20, wawancara mulai digunakan secara luas oleh berbagai perusahaan di seluruh dunia. Selama periode ini, para psikolog industri juga mulai tertarik pada proses seleksi ini. Mereka mengembangkan berbagai teori dan metode untuk meningkatkan efektivitas wawancara kerja.

Salah satu perkembangan penting adalah pengenalan wawancara terstruktur, di mana pertanyaan-pertanyaan dirancang untuk menilai aspek-aspek spesifik dari calon pekerja. Wawancara terstruktur membantu mengurangi bias dan meningkatkan keandalan penilaian. Selain itu, wawancara berbasis kompetensi mulai diterapkan, di mana calon pekerja diminta untuk memberikan contoh konkret tentang bagaimana mereka menangani situasi tertentu di masa lalu.

4. Wawancara Kerja di Era Digital

Memasuki abad ke-21, wawancara kerja terus berkembang dengan adopsi teknologi digital. Perusahaan mulai menggunakan wawancara video, baik secara langsung melalui platform seperti Skype dan Zoom, maupun wawancara yang direkam sebelumnya. Hal ini memberikan fleksibilitas baik bagi perusahaan maupun calon pekerja, terutama dalam konteks globalisasi di mana kandidat dan perusahaan bisa berada di lokasi yang berbeda.

Selain itu, penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam wawancara kerja mulai meningkat. AI digunakan untuk menilai bahasa tubuh, tone suara, dan bahkan kata-kata yang digunakan oleh kandidat. Meskipun teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, banyak perusahaan yang mulai menggunakannya untuk menyaring kandidat di tahap awal seleksi.

Kesimpulan

Dari awal mula yang sederhana di era Revolusi Industri hingga praktik modern yang canggih, wawancara kerja telah mengalami transformasi besar. Praktik ini kini menjadi salah satu alat utama dalam proses seleksi pekerja, membantu perusahaan menemukan individu yang paling sesuai untuk peran yang tersedia. Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, wawancara kerja kemungkinan akan terus berkembang, namun tujuannya tetap sama: menemukan orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat.

Posting Komentar

0 Komentar